Iklan


GEOKEPRI
Minggu, 23 Oktober 2022, Oktober 23, 2022 WIB
Last Updated 2022-11-22T13:49:44Z
Bea Cukai BatamNews

Diduga Muat HP Ilegal, BC Batam Amankan Kargo Karuniya Jaya

Advertisement


BATAM|Bea dan Cukai Tipe B Kota Batam, mengamankan satu unit kapal kargo yang diduga membawa muatan tanpa dokumen atau ilegal.




Dari informasi yang berhasil dihimpun, diketahui kapal kargo yang diketahui bernama Karuniya Jaya, diduga membawa handphone ilegal yang diduga akan diedarkan di luar wilayah Kepulauan Riau.




“Benar petugas patroli Bea Cukai Batam ada mengamankan satu unit kapal kargo yang diduga membawa barang ilegal,” tegas Kepala Bimbingan Kepatuhan Dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Rizki Badilah, Kamis (20/10/2022).






Berdasarkan kronologi sementara, petugas berhasil mengamankan kapal kargo tersebut pada, Rabu (19/10/2022) malam.




Saat diamankan, diketahui bahwa kapal kargo tersebut memulai pelayaran dari kawasan Punggur, dan saat ini kapal telah diamankan di salah satu pelabuhan di kawasan Tanjung Uncang.




" Kapal diamankan di perairan Punggur dalam, dan malam tadi sudah ditarik ke perairan Punggur untuk dilanjutkan tahap penyidikan,” lanjutnya.




Tidak hanya itu, dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan beragam benda tanpa dokumen lainnya, yang disebut sebagai barang titipan.




“Jadi bukan hanya handphone, di dalam kapal itu ada juga barang lainnya yang dokumennya masih kita periksa, dan disebut barang titipan,” paparnya.






Saat ini, Rizki mengaku belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penangkapan tersebut, dikarenakan masih dalam tahap penyelidikan.




Tidak hanya itu, dari informasi yang beredar di lapangan, diketahui kapal kargo Kurniya Jaya sebelumnya sempat diamankan oleh pihak Lantamal IV Tanjungpinang pada, Selasa (18/10/2022) lalu, dan pemeriksaan dilakukan di perairan Punggur.




Sempat menjalani pemeriksaan, kapal beserta seluruh muatannya kemudian dilepaskan untuk melanjutkan perjalanan, dan kemudian kembali diamankan oleh pihak Bea Cukai Batam.




Namun hingga saat ini, pihak Lantamal IV Tanjungpinang belum dapat memberikan penjelasan apapun terkait informasi tersebut.